HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tak Kenal Lelah, Di Penghujung Tahun TNI Terus Berjibaku Bangun Huntara dan Gedung Koperasi Merah Putih Di Lima Puluh Kota

Lima Puluh Kota --- Di penghujung hari pada tahun 2025 ini, prajurit TNI tampak tak kenal lelah untuk berbuat untuk rakyat Indonesia, khususnya warga terdampak bencana di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Setidaknya ada 3 agenda yang sedang dikebut oleh Jajaran TNI dari Kodim 0306/50 Kota bersama Batalyon Infantri 131/Brs, serta Denzipur 2/PS. Yakni pembangunan 60 unit Hunian Sementara (Huntara) di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh. Lalu ada pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk Nagari Solok Bio-Bio dan Nagari Bukik Limbuku di Kecamatan Harau.

Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf. Ucok Namara, Rabu (31/12/2025) memaparkan pembangunan ketiga objek gedung ini sudah memasuki progres 35 persen. Untuk Huntara di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi Target pengerjaannya dari 12 Desember 2025 sampai 12 Januari 2026, untuk dua gedung koperasi di Kecamatan Harau itu baru berlangsung 2 minggu pengerjaan.

"Kita dibantu instansi terkait untuk alat berat, makanya bisa dikebut," ujarnya.

Selain melaksanakan pendistribusian material ke lokasi Huntara, TNI bersama stakeholder terkait juga melaksanakan cut and fill kontur tanah, pemasangan GRC barak 2, pemasangan rangka baja ringan barak 3, melanjutkan pemasangan atap barak 2.

Sementara itu di tempat terpisah, Wali Nagari Bukik Limbuku, Dodi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia atas terlaksananya pembangunan KDKMP di nagari tersebut. Ia berharap keberadaan KDKMP dapat memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nagari.

“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada TNI yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan pembangunan ini. Pemerintah nagari turut berupaya menyiapkan seluruh administrasi serta hibah tanah guna mendukung pembangunan KDKMP,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan KDKMP ini melibatkan delapan orang tenaga kerja, terdiri dari satu kepala tukang, tiga tukang, dan empat pekerja. Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong, mencerminkan sinergi dan kebersamaan antara masyarakat setempat dan aparat TNI di lapangan.

Pembangunan KDKMP Nagari Bukik Limbuku dan Nagari Solok Bio-Bio diharapkan dapat selesai tepat waktu dan ke depan menjadi sarana strategis untuk menggerakkan perekonomian desa, mendukung aktivitas usaha masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga Kecamatan Harau. (FS)