-->
7jV8Go9rTqyfOqOLD0Rj3Gn1IrJt9wpFwJEk2sYv

Kekhawatiran Bunda PAUD Kota Payakumbuh Dimasa Pandemi



Payakumbuh ,- Di fase tatanan baru normal produktif aman Covid-19 (TNBPAC) saat ini, pemerintah telah membolehkan masyarakat beraktifitas dengan ketentuan tetap menjalani protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hal yang sama juga dilakukan di lembaga pendidikan, sesuai ketentuan dan aturannya, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh telah memberikan informasi kepada masing-masing sekolah, dalam kegiatan proses belajar mengajar disaat pandemi ini.

Baca Juga: Isi Keputusan MA Yang Kabulkan Gugatan Rachmawati Terhadap PKPU 5/2019

Menyikapi dan merespon kondisi saat ini, khususnya di sekolah kelas rendah seperti PAUD. Terkait proses belajar mengajarnya, Bunda PAUD Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi menyampaikan kekhawatirannya kepada media saat ditemui di rumah dinas wali kota, Senin (6/7).

Untuk proses belajar mengajar dengan tatap muka disekolah ini masih masalah yang harus kita pikirkan, karena dikhawatirkan di lingkungan PAUD bakal susah menjalani protokol kesehatan, apalagi untuk sekolah PAUD penularan kepada anak-anak kita tidak tahu, nanti ada yang dari luar membawa virus, tentu kondisi ini juga mengkhawatirkan bagi orang tua anak, kata Henny mengungkapkan.

Dilematis memang, namun menurut Henny bila nanti sekolah kembali dibuka pada 13 Juli 2020 untuk SD kelas 4 sampai 6, SMP dan SMA di beberapa kota/kabupaten di Sumbar, maka disana protokol kesehatan harus betul-betul diperhatikan, pergerakan manusia sangatlah masif dari insan pendidikan.

Sementara untuk PAUD, Henny sebagai ibunda menyebut lebih baik tidak masuk sekolah dahulu, bahaya kepada anak karena saat ini wabah Corona belum menghilang.

Pada prinsipnya, jika ada pilihan untuk tidak masuk sekolah bagi anak-anak PAUD itu pilihan yang baik. Namun ini juga dilema bagi orang tua yang yang bekerja diluar, di kantor, bukan di rumah tangga, nanti anaknya bagaimana ditinggalnya, sedang di Payakumbuh ini susah mencari pengasuh anak di rumah, kata Henny.

Terkait hal ini, Henny menerangkan keputusan dan pilihan diberikan sepenuhnya kepada wali murid, Henny menerangkan di fase PAUD, anak tidak dituntut untuk pintar atau bisa ini itu, namun fase PAUD adalah fase dimana anak tumbuh berkembang sesuai usianya mengeksplorasi potensi dirinya, Henny menegaskan dunia PAUD adalah masa keemasan bagi anak atau golden age.

Untuk belajar daring bagi anak usia dini, Henny menegaskan kalau dirinya tidak setuju. Akan lebih baik didikan diberikan kepada orang tua anak, dimana pendampingan dari sekolah PAUD untuk memberikan tugas perminggu, apa yang akan disimulasikan oleh orang tua ke anak dan minggu besoknya apa lagi.

Baca Juga: Sekilas Tentang Faldo Maldini, Anak Muda Yang Nyatakan Siap Maju di Pilgub Sumbar 2020

Intinya peran PAUD itu tetap ada, tapi orang tua yang melaksanakan, kata Henny. (Humas)
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar