-->
7jV8Go9rTqyfOqOLD0Rj3Gn1IrJt9wpFwJEk2sYv

Kepala SMAN 1 Sungai Limau Tampil di Webinar Kominfo RI



Padang Pariaman - Kepala SMAN 1 Sungai Limau, Yurnalis mengatakan semakin pesatnya teknologi dan didorong kebutuhan manusia yang semakin meningkat dengan keterbatasan ruang dan waktu, membentuk sesuatu kemudahan beraktivitas melalui media digital.

"Namun kemudahan itu tidak digunakan berdasarkan etika. Penyadaran bahwa etika dan sejenisnya telah lama terabaikan. Ruang-ruang privat, bahkan publik sekalipun sungguh sudah dipenuhi oleh hasrat buas, ujaran kebencian, mengumbar aurat, dan mematikan karakter orang lain. Minus etika; itulah kata yang tepat untuk mengungkapkan realitas kekinian kita," katanya saat menjadi pembicara webinar Kominfo RI di Padang Pariaman, Senin (30/8/2021).

Sementara itu, Dosen STKIP Nasional Padang Pariaman, Dr Rahmat Tk Sulaiman menyebut etika digital sejatinya menggunakan teknologi digital secara baik dan untuk tujuan yang baik tanpa menyalahi undang-undang.

"Beretika dengan menghargai, menjaga dan menggunakan dengan baik kemudahan digital. Dulu ada peribahasa 'mulutmu harimau mu’. Menurut Teori Utilitarisme bahwa suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat," katanya.

Di era digital seperti sekarang ini, sambung Dr Rahmat, peribahasa tersebut bermetamorfosa menjadi 'jarimu harimau mu’.

"Banyak masyarakat yang terjerat masalah hukum karena cuitan yang tidak mengedepankan etika bersosial media. Saring, saring dan saring sebelum sharing. Sejatinya posting apapun di media sosial merupakan hak asasi semua orang, namun ada baiknya jangan memposting sembarangan karena kita tidak tahu apakah postingan kita yang sembarangan itu akan membuat orang lain tersakiti atau menyinggung perasaan orang lain," tutupnya.[*]

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar