Search

Irwan Prayitno: Jalan Tol Akan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Sumbar


Padang - Pembangunan jalan tol ini merupakan program nasional yang secara pusat langsung dikomando Presiden Joko Widodo yang dikontrol, diawasi serta dikawal perkembangannya melalui Kementerian PU juga Kabinet. Dan Kapolri dan Makamah Agung ikut mendorong investasi pembangunan jalan tol berjalan dengan lancar dan sukses.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno sebagai pembicara sekaligus Narasumber dalam acara Webinar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan tema Tantangan dan Strategi Investasi Pembangunan Jalan Tol di Era New Normal, di Rumah Dinas Gubernur, Jum'at (7/8/2020).



Baca Juga: Bersiap Berlakukan Belajar Tatap Muka, Ini Permintaan Wako Padang Panjang Kepada Ortu Siswa

Acara tersebut diikuti oleh Ir. Yul Ari Pramuraharjo, M.Si Direktur Strategi Korporasi HCM PT. PP (Persero) Tbk, kemudian Dr. Brian Pratistha, S.E., M.M, Dosen FEB UMJ ASN LAPAN serta Moderator Dr. Ir. Eddy Irsan Siregar, MM Dosen FEB UMJ, Peserta Dosen, Peneliti, Mahasiswa, Investor, dan para peserta Webinar.

Lebih lanjut Gubernur Sumbar menyebutkan ruas jalan tol dari Padang ke Pekanbaru sekitar 240 Km kemudian seksi Padang menuju Sicincin merupakan koridor agak lambat prosesnya karena saat ini masih tahap pembangunannya yang nanti akan menembus ke Bukit Barisan.

Untuk sekarang ada dua tahap yang sedang diproses tahap satu 0-4 km, dan tahap kedua 4-36 km totalnya 36 km ini semua sedang diproses baik pembebasan lahan dan juga pengerasan maupun pekerja, kata Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga mengatakan bahwa dukungan jalan tol tersebut sangat jelas bagi Sumatera Barat bertujuan sebagai pengembangan infrastruktur yang ada, bagian daerah pantai Barat jauh dari pertumbuhan ekonomi dibandingkan di Timur Sumatera yang sangat dekat pertumbuhan ekonominya dengan adanya Selat Malaka dan beberapa yang ada bersebelahan dengan Lautan Hindia.

Jadi sangat penting pembangunan infrastruktur jalan tol bagi Sumatera Barat karena tembus ke kawasan Timur Sumatra sehingga bisa menggerakkan ekonomi di daerah pantai barat otomatis akan mendorong investasi sebagai bagian dari modal untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi daerah di Sumbar, ungkapnya.(humas)