HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

PPNP Bersama UITM Malaysia gelar Pengabdian Bersama Dengan tema Peningkatan Agroeduwisata Melalui Diversifikasi Produk Peternakan


Limapuluh Kota,Salingkaluak.com,- Program Studi Teknologi Produksi Ternak menjalin kolaborasi internasional dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Negeri Sembilan Kampus Kuala Pilah, Malaysia, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Peningkatan Agroeduwisata melalui Diversifikasi Produk Peternakan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026) di Agroeduwisata Sunny Side, Sarasah Tanggo, Nagari Sariklamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Pengabdian masyarakat atau community service ini melibatkan 10 pelaku agrowisata di Sarasah Tanggo, ikut hadir sekitar 13 dosen Program Studi Teknologi Produksi Ternak (TPT), serta 8 pensyarah dan pegawai UiTM Malaysia. Dalam sambuatannya Ketua Prodi TPT Ibu Debby Syukriani, S.Pt, M.P menyampaikan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan wisata berbasis integrasi peternakan, edukasi lingkungan, serta penguatan ekonomi lokal.

Dr. Aidil Ibrahim dosen (pensyarah) dari UITM Cawangan Negeri Sembilan Kampus Kuala Pilah menyampaikan materi bertajuk “Potensi pengembangan ekonomi pedalaman melalui peternakan lebah galo-galo”. Banyak yang beliau terangkan mulai dari jenis dan sifat lebah galo-galo, makananya, dan juga penting bahwa budidaya lebah galo-galo memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena menghasilkan madu bernilai jual tinggi serta dapat dikembangkan secara ramah lingkungan. “Peternakan lebah galo-galo dapat menjadi sumber pendapatan alternatif masyarakat pedesaan sekaligus mendukung pelestarian ekosistem,” ujarnya.

Sementara itu, dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Produksi Ternak memberikan pelatihan diversifikasi produk hasil peternakan melalui pengolahan telur asin. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah produk peternakan lokal yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan agrowisata.

Agroeduwisata di Sarasah Tanggo salah satunya Sunnyside merupakan destinasi wisata yang menggabungkan keindahan alam dengan edukasi peternakan. Di lokasi ini, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan berbagai ternak seperti kambing, itik, angsa, dan ayam Guinea, ayam kalkun juga ayam kate yang dilepas bebas dan berbaur dengan wisatawan. Konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus sarana pembelajaran bagi pengunjung.

Selain pelatihan pengolahan hasil peternakan, kegiatan pengabdian juga diisi dengan pemasangan label nama pohon sebagai sarana edukasi lingkungan. Program ini dilakukan untuk memperkuat konsep agroeduwisata sehingga pengunjung dapat menikmati panorama alam sekaligus mengenal berbagai jenis tanaman.

Perwakilan Program Studi Teknologi Produksi Ternak Dr. Muthia Dewi melakukan pemasangan label pada Pohon Durian (Durio zibethinus), dilanjutkan oleh Ibu Eva Yulia, S.Pt, M.Si memasang label Pohon Nasi-nasi atau Damang (Syzygium zeylanicum (L.)). Sementara itu, pemasangan label Pohon Kemiri dilakukan oleh Ts. Zubir Othman dari UiTM Malaysia. Setiap label memuat nama lokal, nama Indonesia, dan nama latin tanaman sebagai media edukasi bagi wisatawan.


Pelaku agrowisata Sarasah Tanggo menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka aktif mengikuti pelatihan, diskusi, serta praktik langsung yang diberikan oleh para narasumber. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan, keterampilan, serta inovasi masyarakat dalam mengembangkan wisata berbasis peternakan dan lingkungan. Integrasi sektor pariwisata dan peternakan dinilai dapat meningkatkan daya saing destinasi wisata lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Kolaborasi antara Program Studi Teknologi Produksi Ternak dan UiTM Malaysia ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama akademik lintas negara serta mendukung pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal.