Dorong Pemulihan Pasca Bencana, Mahasiswa PPNP Turun Dengan Program Pemberdayaan Masyarakat
Lima Puluh Kota,Salingkaluak.com – Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 resmi digelar di Jorong Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong keterlibatan mahasiswa untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Sebanyak 50 mahasiswa dari unsur Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) dijadwalkan tinggal selama satu bulan bersama warga untuk menjalankan rangkaian kegiatan pemulihan pasca bencana yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, pemulihan psikososial, serta penguatan kelembagaan masyarakat terdampak.
Program ini diusulkan oleh tim pendamping PPNP yang terdiri atas Synthia Ona Guserike Afner SP, M.P, Dr. Hendra Alfi, MP, dan Veronika Sriwulantari, S.T., M.Si, serta melibatkan kemitraan dengan Pemerintah Nagari Koto Tinggi, Kelompok Tani Huntara, dan Kelompok PKK Nagari Koto Tinggi.
Adapun agenda utama yang dijalankan meliputi rehabilitasi lahan di kawasan huntara, program pertanian terpadu untuk ketahanan pangan, pengelolaan sampah dan limbah cair di huntara, program trauma healing, serta penguatan kelembagaan PKK Nagari Koto Tinggi.
Rangkaian kegiatan telah dimulai dengan coaching dan pembekalan mahasiswa sebagai bekal terjun ke lapangan. Selanjutnya, dilakukan pelepasan resmi di kampus yang dihadiri unsur pimpinan PPNP, ketua jurusan, ketua senat, dan ketua P3M pada Jum’at, 30 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur I PPNP menegaskan pesan agar mahasiswa tidak sekadar hadir sebagai peserta program, melainkan benar-benar mampu memberi dampak nyata bagi pemulihan pasca bencana.
Ia menekankan pentingnya bekerja bersama warga, memahami kebutuhan lapangan, mengedepankan etika pengabdian, serta memastikan setiap kegiatan, mulai dari rehabilitasi lahan, ketahanan pangan, hingga penguatan kelembagaan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Jorong Aie Angek secara berkelanjutan.
Setibanya di lokasi, rombongan mahasiswa mendapat penyambutan oleh Pemerintahan Nagari Koto Tinggi dan perangkat Jorong Aie Angek pada Minggu, 1 Februari 2026. Sambutan Walinagari yang diwakili oleh Sekretaris Nagari menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada PPNP dan Kemdiktisaintek atas dukungan dan kepedulian dalam membantu percepatan pemulihan dampak bencana di wilayah mereka.
Pihak nagari berharap kehadiran mahasiswa dapat mendorong pemulihan ekonomi warga, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menambah semangat masyarakat untuk bangkit.
Usai penyambutan, tim mahasiswa bersama pendamping melaksanakan kunjungan lapangan ke kawasan huntara sebagai langkah awal pemetaan kondisi dan kebutuhan.
Kegiatan ini menjadi fondasi untuk menyusun tahapan kerja di lapangan, termasuk penentuan prioritas rehabilitasi lahan, rancangan demplot pertanian terpadu, pengelolaan sampah dan limbah cair, pelaksanaan kegiatan trauma healing, hingga strategi penguatan kelembagaan PKK.
Dengan pendekatan yang menempatkan warga sebagai mitra, program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal agar proses pemulihan pasca bencana di Jorong Aie Angek dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.

