Search

Tetap Menjaga Adat tengah gemuruh Modernisasi



Penulis: Obel SP.MP
Dosen Prodi Agroteknologi Fak Pertanian Unand

Di tengah gemuruh modernisasi, Kota Pariaman tetap teguh memelihara tradisi leluhurnya yang penuh makna dan keindahan. Salah satu tradisi yang hingga kini masih lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat adalah Batagak Gala. Tradisi ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan simbol penghargaan terhadap sejarah, budaya, dan nilai-nilai adat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam setiap gelarannya, Batagak Gala memancarkan aura kebersamaan, identitas, dan kebanggaan kolektif yang menyatukan warga Pariaman, sekaligus mengundang decak kagum dari siapa pun yang menyaksikannya.

Sejarah Batagak Gala

Batagak Gala adalah tradisi adat yang berasal dari budaya Minangkabau dan telah berlangsung selama ratusan tahun. Tradisi ini populer khususnya di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Batagak Gala bertujuan untuk memberikan (gala) gelar kehormatan kepada individu yang dianggap berjasa atau memiliki peran penting dalam masyarakat.

Pada masa lalu, proses pemilihan penerima gelar dilakukan melalui musyawarah yang melibatkan para ninik mamak (pemuka adat) dan tokoh masyarakat. Musyawarah ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama mengenai siapa yang layak menerima gelar berdasarkan jasa dan kontribusinya terhadap nagari (desa adat). Gelar yang diberikan tidak hanya sebagai tanda penghormatan, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan dan kebijaksanaan seseorang dalam mengelola masyarakat.

Batagak Gala memiliki akar yang dalam di dalam sistem sosial dan politik masyarakat Minangkabau, yang menganut sistem kekerabatan matrilineal. Gelar-gelar adat sering kali diwariskan melalui garis ibu, menekankan pentingnya peran perempuan dalam masyarakat Minangkabau. Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi Batagak Gala juga mengalami perubahan dan adaptasi. Pada masa kini, prosesi ini tetap mempertahankan nilai-nilai adat yang diwariskan, namun juga menyesuaikan dengan konteks modern. Misalnya, dalam beberapa acara, penggunaan teknologi dan media sosial digunakan untuk mendokumentasikan dan mempromosikan tradisi ini kepada khalayak yang lebih luas.

Prosesi Batagak Gala

1. Musyawarah Adat:

·         Diawali dengan musyawarah yang melibatkan ninik mamak (pemuka adat) dan tokoh masyarakat untuk menentukan calon penerima gelar berdasarkan jasa dan kontribusinya terhadap nagari (desa adat).

2. Persiapan:

·         Pembuatan pakaian adat khusus untuk calon penerima gelar.

·         Persiapan makanan tradisional dan dekorasi tempat acara.

·         Latihan tari-tarian dan musik tradisional yang akan mengiringi prosesi.

3. Arak-arakan:

·         Pada hari pelaksanaan, calon yang akan menerima gelar diarak keliling nagari dengan iringan musik tradisional dan tari-tarian.

·         Arak-arakan ini biasanya diikuti oleh kerabat, warga, dan tamu undangan, menciptakan suasana meriah dan penuh kebersamaan.

4. Pemberian Gelar:

·         Puncak acara adalah pemberian gelar resmi yang disematkan kepada calon oleh ninik mamak di hadapan masyarakat luas.

·         Upacara ini biasanya disertai dengan pembacaan doa dan nasihat adat, menandai pengukuhan penerima gelar sebagai pemimpin atau tokoh yang dihormati.

5. Perayaan:

·         Setelah pemberian gelar, diadakan perayaan dengan makanan tradisional, pertunjukan seni, dan hiburan lainnya, sebagai bentuk syukur dan kebahagiaan bersama.

Syarat Pelaksanaan Batagak Gala

1. Calon Penerima Gelar:

·         Harus merupakan anggota masyarakat yang diakui dan dihormati.

·         Memiliki kontribusi nyata terhadap nagari, baik dalam bentuk kepemimpinan, jasa sosial, atau perlindungan adat dan budaya.

2. Persetujuan Ninik Mamak:

·         Gelar hanya dapat diberikan jika disetujui oleh para ninik mamak dan tokoh adat melalui musyawarah adat.

3. Kesediaan Masyarakat:

·         Masyarakat nagari harus mendukung dan berpartisipasi dalam persiapan dan pelaksanaan prosesi, menunjukkan kebersamaan dan gotong-royong.

4. Pemenuhan Adat:

·         Seluruh prosesi harus dijalankan sesuai dengan aturan dan tata cara adat yang berlaku, termasuk penggunaan pakaian adat, musik, dan tarian tradisional.

Dengan mematuhi syarat-syarat dan tahapan prosesi ini, tradisi Batagak Gala dapat dilaksanakan dengan penuh khidmat dan makna, menjaga warisan budaya yang berharga bagi masyarakat Kota Pariaman.

Makna Filosofis dari Tradisi Batagak Gala

Batagak Gala memiliki makna filosofis yang mendalam, yang mencerminkan nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat Minangkabau, khususnya di Kota Pariaman. Berikut adalah beberapa makna filosofis dari tradisi ini:

1. Penghargaan dan Pengakuan:

Batagak Gala adalah bentuk penghargaan dan pengakuan atas jasa dan kontribusi individu terhadap masyarakat. Melalui pemberian gelar, masyarakat mengakui dan menghormati peran penting yang telah dimainkan oleh seseorang dalam memajukan nagari (desa adat).

2. Kebersamaan dan Gotong Royong:

Prosesi Batagak Gala melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari persiapan hingga pelaksanaan acara. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau. Partisipasi aktif dari semua anggota masyarakat menunjukkan bahwa keberhasilan individu adalah hasil dari kerjasama kolektif.

3. Pelestarian Adat dan Budaya:

Melalui Batagak Gala, nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda. Prosesi ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

4. Kepemimpinan dan Tanggung Jawab:

Gelar yang diberikan dalam Batagak Gala tidak hanya sebagai tanda kehormatan, tetapi juga membawa tanggung jawab besar. Penerima gelar diharapkan menjadi pemimpin yang bijaksana, teladan, dan pelindung adat serta budaya. Mereka harus mampu mengemban tugas untuk memajukan dan melindungi kepentingan masyarakat.

5. Identitas dan Kebanggaan Kolektif:

Batagak Gala memperkuat identitas budaya Minangkabau dan memberikan rasa bangga kepada masyarakat. Melalui tradisi ini, masyarakat merayakan warisan budaya mereka dan menegaskan identitas kolektif sebagai bagian dari komunitas yang memiliki nilai-nilai luhur dan sejarah yang kaya.

6. Penghormatan Terhadap Leluhur:

Tradisi Batagak Gala juga merupakan bentuk penghormatan terhadap leluhur dan para pendiri nagari. Dengan menjalankan prosesi ini, masyarakat menunjukkan rasa hormat dan terima kasih kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai adat dan budaya yang luhur.

7. Keseimbangan Sosial:

Prosesi ini membantu menjaga keseimbangan sosial dalam masyarakat. Dengan memberikan gelar kepada individu yang layak, masyarakat mengakui kontribusi nyata dan memastikan bahwa nilai-nilai keadilan dan penghargaan atas jasa dipertahankan.

Dengan sejarah yang kaya dan makna yang mendalam, Batagak Gala terus menjadi salah satu tradisi yang paling dihormati dan dilestarikan di Kota Pariaman. Tradisi ini menghubungkan masyarakat dengan masa lalu mereka, memperkuat identitas budaya, dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang.