-->
7jV8Go9rTqyfOqOLD0Rj3Gn1IrJt9wpFwJEk2sYv

Buah Lokal Yang Hampir Punah


Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki hutan tropika terbesar kedua di dunia dengan kekayaan sumber plasma nutfah yang tinggi dan  keanekaragaman species yang beragam. Penyebaran tumbuhan tingkat tinggi yang terdapat di hutan tropika Indonesia lebih dari 12% (sekitar 30.000 jenis) dari tumbuhan yang terdapat di muka bumi yang diperkirakan 250.000 jenis. Hal ini menunjukkan sebagian besar potensi untuk dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber makanan, sumber rempah-rempah, tanaman obat-obatan, bahan industri dan bangunan

Tingginya pemanfaatan biodiversitas untuk kesejahteraan manusia mengakibatkan meningkatnya resiko penurunan keanekaragaman hayati tumbuhan terutama jenis-jenis tumbuhan yang secara lokal sudah termasuk tumbuhan langka. Salah satu tanaman buah yang sudah mulai langka dan dianggap punah  yaitu pohon Berangan.

Pohon Berangan dikenal juga dengan nama Chestnut (kacang keju) atau juga disebut sebagai Rambutan Hutan karena buah dan daunnya mirip dengan rambutan dan merupakan tumbuhan asli dari Indonesia yang hidup di hutan tropis Sumatera dan Jawa. Namun, keberadaan tumbuhan ini mulai langka dan sulit untuk ditemukan karena meningkatnya gangguan terhadap kawasan hutan seperti penebangan liar dan pembukaan lahan pertanian baru. Itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa pohon Berang kini dilindungi. Tak heran bila Pemerintah tegas dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 92 tahun 2018 yang menyertakan pohon Berang sebagai salah satu jenis tumbuhan yang dilindungi baik di dalam dan di luar kawasan hutan.

Populasi pohon Berang memang sulit bertambah karena konon hanya berbuah dua tahun sekali. Kalaupun berbuah setiap tahun, biasanya berselang setahun buahnya kosong. Baru setahun kemudian berisi buahnya. Ketika buah itu ada, para primata tak usah dikomando untuk menghabiskannya. Maka jarang sekali buah yang jatuh ke tanah dan tumbuh sebagai anakan penerus generasi induknya. Dengan kondisi demikian semakin memperlangka keberadaan pohon Berang padahal sangat berpotensi untuk dikembangkan baik sebagai pohon pelindung atau dibudidayakan secara besar-besaran sehingga berpotensi dalam mendukung ketahanan pangan.

Pohon Berang memiliki beragam manfaat mulai dari daun, batang dan bijinya. Daun Berang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Biji berang dijuluki sebagai King of Fruit karena kandungan biji yang sangat bermanfaat. Biji Berang mengandung lemak rendah kalori, mineral, vitamin, protein dan nutrisi lainnya yang bermanfaat untuk kesehatan. di Kota Aachen, Jerman, camilan Berang panggang seharga 1-2 euro (sekitar Rp 12.000-Rp 24.000) per 8 buah. Selain mempunyai nilai penting dari kayu, kulit, dan bijinya, pohon Berang juga mempunyai nilai penting dalam sekuestrasi karbon.

Penulis: Obel SP.MP
Dosen Prodi Agroteknologi Fak Pertanian Unand
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar