Search

Silturahim Bersama Peternak Kambing Dan Domba se-Sumbar, Wawako Sampaikan Ini !

Payakumbuh — Kambing dan Domba merupakan salah satu komoditas ternak di daerah kota Payakumbuh yang diminati oleh wilayah lokal sendiri serta juga dari daerah Provinsi terdekat. Hal ini menandakan bahwa ternak di wilayah Sumbar memiliki kualitas dan daya saing yang cukup kuat. Namun, produktivitas peternakan masih perlu terus digenjot, khususnya untuk menjadikan komoditi ternak Kambing dan Domba menjadi yang terbaik dari wilayah Sumbar nantinya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Wakil Walikota (Wawako) Kota Payakumbuh Erwin Yunaz menggelar silaturahim dengan para peternak Kambing dan Domba se-Sumatra Barat di Agam Jua Art and Culture Cafe, Sabtu (13/2). Salah satu agendanya adalah menghimpun masukan dari peternak dan menggali kondisi di lapangan yang dihadapi peternak.

“Dengan berlangsungnya silaturahim ini, sehingga nanti menjadi bahan masukan bagi kita Pemerintah Kota Payakumbuh, ke depannya program seperti apa yang akan menguntungkan para peternak kita dalam rangka menggenjot produksi ternak, sekaligus evaluasi terhadap program-program peternakan yang sudah berjalan,” ujar Wawako.

Selain itu, faktor lain yang menjadikan pertemuan ini dipandang perlu, kata Wawako, adalah adanya keluhan penurunan penjualan Kambing dan Domba sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi yang lesu mengakibatkan permintaan juga ikut menurun. Terkait hal ini, Wawako menenangkan para peternak yang hadir dengan menginformasikan bahwa Pemerintah akan hadir untuk melakukan sinergi dalam menyelesaikan kendala yang dialami oleh para peternak Kambing dan Domba yang ada di kota Payakumbuh serta secara luas di Provinsi Sumatra Barat.

“Dan setelah berjalan dengan baik, maka kedepannya kita tentu akan dapat menjadi lumbung Kambing dan Domba yang ada di Provinsi Sumatra Barat nantinya”, ungkap Erwin.

Dalam kesempatan tersebut, Wawako juga berpesan khususnya kepada para pengusaha agar tidak memanfaatkan situasi pandemi yang sedang terjadi sebagai alasan untuk menekan peternak dalam menurunkan harga ternak-ternaknya. Untuk melindungi para peternak, Wawako mengatakan Pemko Payakumbuh nantinya akan mencoba menjalin kerjasama bersama pihak Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, maka kita berharap kedepannya komoditi Kambing dan Domba dari Provinsi Sumatra Barat dan terutama dari Kota Payakumbuh akan menjadi komoditi yang terdepan untuk penyediaan kebutuhan Kambing dan Domba di seluruh Nusantara”, terang Erwin.

Sementara ketua panitia pelaksana silaturahim peternak Kambing dan Domba se-Sumatra Barat Febrion Tri Intano menyampaikan jika acara silaturahim para peternak Kambing dan Domba se-Sumatra Barat baru pertama kali berlangsung di Kota Payakumbuh, 

“Untuk melindungi para peternak dan mengontrol harga, saya laporkan kepada Pak Wawako saat ini kita sudah melakukan untuk kemajuan peternak pemula dengan membeli Kambing dan Dombanya serta setelah itu kami berikan pembinaan dalam pengembang biakan serta pemasaran hasil ternaknya sampai berhasil”, ujar Febrion yang merupakan putra asli kota Payakumbuh tersebut.

Turut disampaikan Febrion yang juga seorang pengusaha ternak Kambing dan Domba serta kuliner itu bahwa saat ini untuk permintaan Kambing dan Domba sudah mulai menggeliat kembali.

“Mari kita bangkitkan kembali untuk komoditi ternak Kambing dan Domba ini, dengan dilakukan pengembangan bagi peternak Kambing dan Domba bersama Pemerintah Daerah melalui stakeholder terkait agar komoditi Kambing dan Domba dari daerah dapat menyuplai kebutuhan Nasional kedepannya”, ungkapnya melanjutkan.

Acara yang bersifat dialog tersebut, para peternak diberi kesempatan menyampaikan saran, masukan, hingga pertanyaan. Kemudian, dilanjutkan acara ramah-tamah dan makan bersama. Turut hadir pada kesempatan tersebut dari Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumbar Drh. Erinaldi, MM, Kabid Bina Usaha dan Kelembagaan Dinas Peternakan Provinsi Sumbar Arman S.Pt, MP dan Dekan Fakultas Peternakan Unand Dr. Ir. Adrizal M. Si, serta Pengurus Himpunan Peternak Domba-Kambing se-Sumatra Barat, para peternak dan asosiasi peternak se-Sumatra Barat atau yang mewakili, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.(*)