HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

UNP Dorong Guru SMA Negeri 1 Enam Lingkung Kuasai AI, dari Komik hingga Video Pembelajaran

 


Padang Pariaman, Salingkaluak.com, — Ruang guru SMA Negeri 1 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, berubah menjadi ruang belajar bersama. Bukan hanya membahas materi pelajaran, para guru di sekolah itu juga belajar membuat media pembelajaran dengan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), mengasah kemampuan berbicara di depan kelas, hingga memperkuat keterampilan mengelola kelas.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) 2026 yang dilaksanakan Universitas Negeri Padang (UNP) melalui program “Inovasi Pembelajaran Berkualitas di Era Digital: Pembuatan Media Video Pembelajaran Berbasis Komik Interaktif dengan Bantuan Kecerdasan Buatan (AI), Public Speaking, dan Manajemen Kelas bagi Guru SMA N 1 Enam Lingkung.”

Program yang diketuai Dr. Ilham Zamil, S.Pd., M.Pd. itu melibatkan Puspaneli, S.Pd., M.Pd.T., dan Rafikah Husni, M.Pd., bersama mahasiswa serta mitra sekolah. SMA Negeri 1 Enam Lingkung menjadi mitra kegiatan di bawah kepemimpinan Dra. Rahmawati, M.Si.

Sebanyak 85 guru dan tenaga kependidikan terlibat dalam rangkaian program tersebut. Kegiatan dirancang tidak sekadar memberikan pengetahuan tentang teknologi, tetapi mendorong guru menghasilkan media yang dapat langsung digunakan dalam pembelajaran.

Dari ChatGPT hingga Video Komik

Salah satu bagian yang mendapat perhatian adalah pelatihan pembuatan video pembelajaran berbasis komik interaktif dengan bantuan AI.

Guru diperkenalkan pada proses yang selama ini sering dianggap rumit: mulai dari menemukan ide, menyusun cerita, membuat karakter dan visual, sampai mengolahnya menjadi video. Teknologi AI dimanfaatkan untuk membantu proses tersebut sehingga guru tidak harus memiliki kemampuan menggambar atau menguasai teknik produksi video secara kompleks.

Dalam pelatihan, guru belajar menyusun prompt, merancang naskah komik edukatif, menghasilkan visual menggunakan AI generator, kemudian mengolah panel-panel komik menjadi video pembelajaran. Beberapa platform yang diperkenalkan antara lain ChatGPT, Gemini, Leonardo AI, Canva, dan CapCut.

Yang menarik, peserta tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga diarahkan menjadikan dirinya sebagai bagian dari cerita komik yang dibuat. Pendekatan tersebut membuat suasana pelatihan lebih dekat dengan pengalaman guru sendiri. Dalam praktik pembuatan video pembelajaran, para peserta mengikuti proses dengan antusias.

Target program juga dibuat konkret. Setiap peserta diharapkan mampu menghasilkan sedikitnya tiga jenis prompting, tujuh panel komik atau elemen visual, serta satu video pembelajaran berbasis komik interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran.

Tidak Cukup Hanya Menguasai Teknologi

Program pengabdian ini tidak berhenti pada kemampuan membuat media digital. Tim UNP juga melihat bahwa perubahan pembelajaran membutuhkan kemampuan guru dalam menyampaikan materi dan mengelola kelas.

Karena itu, public speaking menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan.

Sebanyak 23 guru dan tenaga kependidikan mengikuti pelatihan public speaking. Peserta berlatih mengembangkan artikulasi, intonasi, ekspresi, bahasa tubuh, serta kepercayaan diri ketika berbicara di depan kelas. Pelatihan dibina oleh Siti Isma Sari Lubis, M.Hum.

Dengan kemampuan komunikasi yang lebih baik, guru diharapkan tidak hanya mampu menggunakan media pembelajaran, tetapi juga mampu menjadikan media tersebut sebagai bagian dari interaksi belajar yang komunikatif.

28 Wali Kelas Belajar Mengelola Kelas

Persoalan lain yang ikut disentuh adalah manajemen kelas.

Sebanyak 28 guru yang merupakan wali kelas mengikuti pelatihan manajemen kelas. Materinya mencakup cara membangun kesepakatan kelas, mengatur perpindahan kegiatan pembelajaran, menghadapi perilaku siswa yang mengganggu proses belajar, serta memanfaatkan media pembelajaran untuk menjaga perhatian siswa.

Pelatihan menghadirkan Widiyawati, S.Pd., M.Pd., dari Departemen Administrasi Pendidikan UNP sebagai narasumber.

Pendekatan yang digunakan tidak semata-mata menempatkan guru sebagai pembuat aturan. Guru didorong membangun kesepakatan bersama siswa sehingga pengelolaan kelas dapat berjalan lebih partisipatif. Media video komik interaktif juga diarahkan menjadi salah satu alat bantu untuk menjaga keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.

Dimulai dari Koordinasi, Berlanjut ke Praktik

Sebelum pelatihan berlangsung, tim pengabdi melakukan koordinasi dengan pihak SMA Negeri 1 Enam Lingkung untuk menyepakati jadwal, peserta, dan teknis pelaksanaan kegiatan. Koordinasi tersebut dilakukan pada Juli 2026.

Pembukaan sekaligus rangkaian pelatihan dilaksanakan pada 10 September  2026 di SMA Negeri 1 Enam Lingkung. Tiga agenda utama, yakni pembuatan media video pembelajaran, public speaking, dan manajemen kelas, seluruhnya telah dilaksanakan.

Pelatihan manajemen kelas dilaksanakan setelah pembukaan dan diikuti para wali kelas. Sementara itu, pelatihan pembuatan video pembelajaran diikuti 17 guru yang merupakan perwakilan dari berbagai bidang studi di sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pelatihan. Hal itu menjadi salah satu catatan penting dari pelaksanaan program yang menggabungkan teknologi pendidikan, komunikasi, dan manajemen kelas tersebut.

Program PPUB UNP 2026 di SMA Negeri 1 Enam Lingkung pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang AI. Lebih jauh, program ini mempertemukan tiga kebutuhan penting dalam pembelajaran sekolah saat ini: guru yang mampu memanfaatkan teknologi, guru yang mampu berkomunikasi dengan baik, dan guru yang mampu menciptakan kelas yang kondusif.

Dari ruang guru di Enam Lingkung, teknologi tidak berhenti sebagai sesuatu yang diperkenalkan. Ia mulai ditempatkan sebagai alat kerja guru—untuk membuat pembelajaran lebih visual, lebih komunikatif, dan lebih dekat dengan karakter peserta didik di era digital.