Bencana Mengintai, 300 Personel dan Puluhan Armada Lima Puluh Kota Siap Bergerak!
LIMA PULUH KOTA SalingkaLuak.com.— Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana dengan mengerahkan sekitar 300 personel dari berbagai unsur dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026.
Apel yang berlangsung di Stadion Singa Harau, Selasa (15/9/2026), dipimpin Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha selaku pembina apel. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan personel, kendaraan, serta peralatan penanggulangan bencana berada dalam kondisi siap digerakkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, S.H., selaku koordinator lapangan, menyampaikan bahwa apel tersebut bertujuan memperkuat kesiapsiagaan sekaligus memastikan sinergi lintas sektor dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Berdasarkan laporan BPBD, kekuatan yang dihimpun mencapai sekitar 16 Satuan Setingkat Pleton (SST), dengan rincian tiga SST dari unsur TNI, dua SST Polri, delapan SST dari OPD dan instansi terkait, serta tiga SST dari organisasi sosial dan relawan.
Kesiapan juga didukung armada dan perlengkapan dari sejumlah instansi. Di antaranya satu motor trail SAR, tujuh mobil operasional TNI/Polri, 10 mobil pemadam kebakaran dari Damkar dan Kodim, satu mobil D-Max kompartemen SAR, serta 23 ambulans milik Dinas Kesehatan dan PMI.
Selain itu, disiapkan dua mobil dapur umum dan tangki air dari Dinas Sosial, satu mobil crane dan dozer dari PUPR, serta 10 mobil pikap yang berasal dari PUPR, BPBD, DLH, Satpol PP, dan Dishub.
Peralatan penanganan kondisi darurat lainnya meliputi mobil rescue, rescue truck, tiga unit ekskavator, peralatan ekstrikasi dan penanganan gedung runtuh, skylift, perahu karet, perahu bermesin, pelampung, hingga perahu rafting.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, BPBD, Damkar, dan SAR juga menyiapkan delapan unit chainsaw. BPBD turut memiliki tiga light tower portabel, empat tenda pengungsi, satu perangkat Starlink, serta 22 unit handy talky (HT) untuk menunjang komunikasi selama operasi.
Usai apel, Forkopimda bersama kepala OPD dijadwalkan memeriksa langsung sarana dan prasarana kesiapsiagaan bencana. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian masker oleh Forkopimda dan OPD Kabupaten Lima Puluh Kota di Pasar Sarilamak.
Kesiapan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah nyata agar personel dan peralatan dapat segera dikerahkan ketika bencana terjadi. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan terkoordinasi. ( Harika )
