ISI Padang Panjang Hadirkan Dialog Seni Nias dan Minangkabau
Salingkaluak.com,- Desa Adat Hilisimaetanö, Kecamatan Maniomölö, Kabupaten Nias Selatan, menggelar Maniamölö Fest 2026 bertajuk "Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan", berlangsung selama delapan hari pada 14–21 Juni 2026. Festival ini menghadirkan rangkaian kegiatan adat dan seni budaya Nias, mulai dari ritual Famadaya Harimao, Festival Faluaya, Festival Fahombo (lompat batu), Pergelaran Hoho, Karnaval Busana Kreasi Nias, hingga berbagai lomba seni dan bazar UMKM, sebagai upaya melestarikan warisan leluhur sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.
Pelaksanaan festival turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Selatan yaitu Ibu Anggreani Dachi, SP., M.Si dan Kepala Desa Hilisimaetanö yaitu Bapak Formil Dachi, yang melakukan pertukaran plakat sebagai simbol sinergi antarinstansi dalam mendukung pelestarian budaya dan pariwisata daerah.
Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah Diseminasi Pertunjukan Transformatif oleh Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang pada Sabtu, 20 Juni 2026, menampilkan 30 mahasiswa dari Jurusan Seni Musik, Seni Karawitan, Seni Tari, Seni Teater, Studi Humanitas, dan Tata Rias. Kegiatan ini didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Enrico Alamo, S.Sn., M.Sn., Ketua Pelaksana Kurniadi Ilham, M.Sn., dan pembimbing mahasiswa Weldi Syaputra, M.Sn. Pertunjukan ini merupakan implementasi MoU antara ISI Padang Panjang dan Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Selatan yang telah terjalin sejak 2025.
Empat karya dipersembahkan dalam pergelaran tersebut pertama Tanö Niha Resonan, gubahan Jefirsen Saleleubaja di bawah bimbingan dosen seni musik Weldi Syaputra,M.Sn, menyusuri jejak bunyi dan ingatan kolektif Nias melalui elemen Hoho, Maena, dan motif alat musik logam sebagai simbol memori, persatuan, dan keberanian. Kemudian karya kedua Sijobang Reimajinasi, karya Jhori Andela, S.Sn., M.Sn., menghidupkan kembali kesenian Sijobang Minangkabau dengan sentuhan musikal kontemporer. Sementara Si'ulu Baluse, koreografi bersama Belala Gea dan Raflis Oktamiza Putra, dengan kisah kepahlawanan pemuda Nias mempertahankan tanah leluhur, lewat gerak tari teatrikal. Menutup pertunjukan Rampak Lambuak, garapan koreografer Kurniadi Ilham, M.Sn., mengolah tradisi silek Minangkabau menjadi gerak tari yang sarat nilai etika, kebersamaan dan juga atraksi gerakan silek dari penari yang membakar semangat penonton.
Pertunjukan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Hilisimaetanö. Warga dan pengunjung memadati lokasi sejak sore hari, dengan sorak dan tepuk tangan mengiringi setiap babak, terutama saat Si'ulu Baluse ditampilkan. Kehadiran karya bernuansa Minangkabau seperti Rampak Lambuak dan Sijobang Reimajinasi dipandang masyarakat sebagai jembatan budaya yang memperkaya wawasan sekaligus mempererat semangat kebersamaan antar budaya nusantara.
Maniamölö Fest 2026 diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Adat Hilisimaetanö bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Selatan, serta didukung Kalender Event Nusantara (KEN) 2026 dan Pesona Indonesia, sebagai agenda budaya tahunan yang memperkuat identitas adat dan kolaborasi antarlembaga di Nias Selatan.
