Search

Diduga Oknum Polhut DLHK Riau Serahkan Barang Sitaan Kepada Pencuri Di Tengah Jalan

Kabupaten Kampar,- Kebahagian masyarakat Kampar Kiri Hilir  Kabupaten Kampar khususnya kelompok tani hancur berkeping keping oleh kelakuan oknum pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan( DLHK). Kegembiraan masyarakat melihat DLHK provinsi  Riau turun tangan menyelesaikan sengketa lahan malah dihancurkan oleh perbuatan oknum Polhut DLHK Riau.Para oknum Polhut DLHK ini diduga telah menyerahkan barang sitaan pada pihak yang diduga telah mencuri sawit dilahan milik negara.Tentu perbuatan ini sangat menyayat hati masyarakat,barang sitaan milik negara tanpa ada aturan jelas malah diberikan ditengah jalan pada orang orang orang yang diduga melakukan pelanggaran hukum.

Permasalahan ini berawal dari kedatangan DLHK Riau pada hari Selasa (26/9) ke bekas lahan milik PT Air jernih yang telah dikembalikan menjadi kawasan hutan.Lahan tersebut kini menjadi konflik antara kelompok tani milik masyarakat dan kelompok tani yang diduga bukan milik warga tempatan.Sehingga disana muncul percikan pertikaian yang harus segera diselesaikan.Untuk itu DLHK mengirim tim gakkum agar konflik tidak makin meluas.

Hanya saja saat awak media mencoba konfirmasi pada Robi selaku Danru Polhut soal kelompok tani yang telah terdaftar,dirinya tidak bisa menjawab.Begitu juga soal adanya alat berat yang telah bekerja dikawasan hutan kembali Robi tidak bisa menjelaskan.

"Kedatangan kami kesini hanya untuk mencegah terjadi konflik di bekas kawasan hutan air jernih.Soal siapa yang terdaftar saya tidak tahu,jika memang awak media dapat info dari bapak Agus Suryoko bahwa ada kelompok tani yang telah terdaftar silahkan tanya pada beliau.Begitu juga soal alat berat yang telah bekerja disini kami tidak menemukannya hari ini.Meskipun memang ada bekas bekas pengerjaan oleh alat berat,"ujar Robi

Tentu sebuah keterangan yang cukup ambigu.Bagaimana mungkin Robi dan seluruh timnya turun kelapangan tanpa memiliki data dan informasi kondisi dilapangan.Begitu juga soal alat berat yang sudah tidak terlihat,menjadi sebuah lelucon rasanya seorang penegak hukum di kehutanan tidak mengetahui kondisi yang telah terjadi diwilayah yang harus diawasinya.Begitu juga saat awak media memperlihatkan foto foto saat alat berat bekerja,Robi tidak memberikan respon apa apa.

Keanehan dan keganjilan tidak hanya sampai disana saja.Saat akan kembali ke Pekanbaru,Tim Gakkum DLHK melakukan penyitaan pada buah sawit yang diduga dicuri dari kawasan hutan.Namun ditengah jalan saat mendekati kota Pekanbaru,buah sawit tersebut diserahkan oleh Polhut DLHK provinsi Riau kepada pihak yang telah mencuri buah sawit tersebut.Menurut Robbi hal itu terjadi karena ada chaos antara DLHK dan oknum yang diduga pencuri sawit negara.

"Sawit tersebut terpaksa kami serahkan kembali pada mereka.Hal ini disebabkan mereka menghadang kami ditengah jalan.Jadi terjadi chaos,supaya tidak makin melebar kami terpaksa berikan pada mereka."

Hal inilah yang menjadi kekecewaan dan keanehan dari kelompok tani.Sebab jika memang ada perlawanan tentu saat buah sawit tersebut akan dibawa para terduga pelaku akan melakukan perlawanan.Kenapa mesti repot repot mereka mengejar puluhan kilo untuk melakukan penghadangan dan perlawanan.Bukankah itu suatu yang aneh.Apa hukum negara ini tidak bisa menindak perlakuan seperti itu pada abdi negara.Jika memang telah dirampok kenapa tidak membuat laporan pada pihak kepolisian.

Apa yang disampaikan oleh masyarakat itu merupakan sebuah pemikiran yang wajar.Agak aneh rasanya jika telah terjadi chaos,para anggota polhut bisa santai dan tenang kembali kekantor tanpa buat laporan.Sesuatu yang lebih menggelitik lagi adalah setelah terjadi chaos,para personil Polhut tidak melaporkan kejadian tersebut pada pimpinannya.


Hal ini bisa diketahui awak media saat menghubungi Kadis DLHK Makmun Murod.

"Saya sedang di Jakarta.Soal SOP barang sitaan dan yang terjadi dilapangan nanti saya tanyakan sama Robbi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Agus Suryoko selaku Kasi Gakkum.Menurut agus saya tidak tahu persoalan tersebut.Sebaiknya hubungi kasat Polhut.Agus suryoko lalu mengirim nomor Hp Kasat pada awak media.Sayangnya saat dikonfirmasi Kasat Polhut tidak memberikan jawaban apa apa.

Setelah Kadis DLHK menghubungi Robi, Makmun murod lalu membenarkan bahwa telah terjadi chaos.

"Benar telah terjadi penghadangan dan chaos dijalan.Saat ini saya telah memerintahkan pada Robi untuk membuat laporan pada kepolisian soal pengambilan kembali barang sitaan".

Tentu janji dan perintah Kadis DLHK ini sangat dinanti oleh masyarakat.Jika memang ada pengambilan paksa barang sitaan DLHK maka sudah seharusnya Polri menjalankan tugasnya.Namun jika tidak ada laporan yang dibuat oleh DLHK maka dugaan ada permainan oleh DLHK bukanlah isapan jempol belaka.Barang sitaan diduga diserahkan secara sukarela.(eman)