Search

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dari Unand Berikan Pelatihan Optimalisasi Berkoperasi Di Nagari Pariangan

Tanah Datar,- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Keperawatan, Universitas Andalas, Padang yang diketuai oleh Ns. Boby Febri Krisdianto, S.Kep., M.Kep., menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan dengan tema "Optimalisasi Potensi Desa Wisata Nagari Pariangan Melalui Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Penerapan Protokol Kesehatan dan Berkoperasi" pada Rabu, 2 Juni 2021. 


Nagari Pariangan merupakan nagari di kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat; disebut juga sebagai Nagari Tuo Pariangan merupakan desa atau nagari paling tua yang menjadi cikal bakal rakyat Minangkabau. Nagari Pariangan pernah dinobatkan sebagai desa terindah di dunia oleh media ternama asal New York beberapa tahun lalu. 

Pariangan termasuk dalam daftar lima desa terindah di dunia versi Travel Buget disandingkan dengan Wengen di Swiss, Eze di Prancis, Niagara on The Lake di Kanada, dan Cesky Krumlov di Cekoslovakia. Terletak sekitar 95 kilometer arah utara ibu kota provinsi (Kota Padang), selain tanahnya subur dan berhawa sejuk, Pariangan berada di lereng Gunung Marapi.

Dalam penyuluhan tentang penerapan protokol kesehatan yang berfokus pada daerah wisata, Tim PKM F. Kep. Unand menghadirkan narasumber Ns. Feri Fernandes, S.Kep., M.Kep., seorang Dosen atau Akademisi dari Universitas Andalas. Sedangkan untuk pelatihan berkoperasi difasilitatori oleh Virtuous Setyaka, S.IP., M.Si., seorang Dosen atau Akademisi dari Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas yang juga Ketua Koperasi Mandiri Dan Merdeka (KMDM). Tim PKM F.Kep., Unand berharap melalui penyuluhan dan pelatihan yang pesertanya adalah masyarakat umum dan khususnya para pengelola tempat wisata di Nagari Pariangan.

Penyuluhan dan pelatihan yang diselenggarakan di Aula atau Ruang Pertemuan lantai 2 di Komplek Kantor Wali Nagari Pariangan itu dihadiri juga oleh para Perangkat Nagari dan Tokoh Masyarakat setempat. Para peserta sangat antusias ketika diskusi interaktif dengan narasumber dalam dua topik berbeda tapi saling melengkapi tersebut. 

Kebutuhan untuk peningkatan kesadaran dan kapasitas tersebut juga akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan atau penghasilan ekonomi melalui pengelolaan potensi wisata yang ada di sana.

Masyarakat di Nagari Pariangan sebelumnya sudah mengenal koperasi dan menyelenggarakan koperasi, namun koperasi simpan pinjam yang bernama Sandi Laweh. Meskipun sampai saat ini koperasi tersebut masih ada, namun terkendala dengan ketidaktaatan para anggotanya dalam mengembalikan pinjaman. Selain itu, koperasi tersebut juga sudah tiga tahun tidak menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan. Berbagai permasalahan yang dihadapi koperasi tersebut, dicoba untuk ditemukan solusinya secara bersama-sama dalam pelatihan tersebut.

Selain memfasilitasi untuk menemukan solusi, Virtuous Setyaka juga menyampaikan informasi tentang perlu dan pentingnya Koperasi Sandi Laweh untuk mengembangkan unit usaha dalam pengelolaan potensi wisata di sana. Koperasi wisata di Indonesia sudah ada dan semakin populer sejak tahun 2019 khususnya setelah adanya penetapan destinasi wisata premium di Indonesia oleh pemerintah. 

Selain itu, pada tahun 2020, Kementerian Koperasi dan UKM pun juga mendorong agar pengelolaan wisata yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian, penciptaan lapangan kerja, dan penghasil devisa negara; sebaiknya memang menjadikan koperasi sebagai basis kelola wisata.


Oleh: Virtuous Setyaka