-->
7jV8Go9rTqyfOqOLD0Rj3Gn1IrJt9wpFwJEk2sYv

Adakah hubungan kekerabatan Mbah jejeruk Lasem atau Sultan Mahmud Alminangkabawi dengan Raja Ibadat?

Makam Rajo Ibadat

Siapa yang tidak kenal dengan Mbah Jejeruk/Sultan Mahmud Alminangkabawi yang terletak di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Salah satu objek Wisata Religi yang sudah dan sangat dihormati oleh penduduk setempat. Beliau merupakan anak murid Sunan Bonang yang datang dari Minangkabau.

Kira-kira sekitar abad ke XV, Sultan Mahmud yang merupakan salah seorang anak Raja Minangkabau berlayar bersama patihnya berlayar ke pantai Timur Sumatera. Beliau menunaikan Wasiat Sang Ayah. Singkat Cerita, beliau bertemu dengan Sunan Bonang sekaligus beliau jadikan guru.

Makam Sultan Mahmud Alminangkabawi Lasem

Pertanyaan yang menggelitik sebagian masyarakat Lasem dan bahkan Masyarakat di Minang sendiri. Siapakah Sultan Mahmud Lasem ini? Dari mana asal muasalnya? Karena di Minangkabau pada waktu itu yang memerintah adalah Rajo Tigo Selo.

Masuknya Islam ke Minangkabau. Dari Rajo Tigo Selo, tentunya Rajo Ibadat lah yang merupakan Rajo pertama yang masuk islam. Cerita ini berawal dari kedatangan Syeck Ibrahim yang datang dari Pulau Jawa menyebarkan Islam di Sumpur Kudus yang menjadi pusat pemerintahan Rajo Ibadat. Kedatangan Syech Ibrahim diperkirakan memang pada abad ke XV ini. Rajo Ibadat pertama yang masuk Islam itu bernama Rajo Pandito III. Untuk memperkuat komitmen keislamannya, Sang Raja dengan Syeck Ibrahim membuat"Sumpah Sotieh" pada tahun 1507. Setelah pemerintahan Rajo Pandito III masuk islam, gelar Raja Ibadat berubah dari Rajo menjadi Sultan seperti halnya Kesultanan/Kerajaan Islam lainnya. Ada Sultan Samiek (1543), Sultan Alif Khalitullah (1680), Sultan Sembahyang II, Sultan Sembahyang III, Sultan Pandak (1879).

Kedatangan Syeck Ibrahim ini diperkuat dengan Misi Islamisasi yang dilakukan oleh Raden Fatah Sultan Demak memerintahkan 4 orang Syekh ke Kerajaan-Kerajaan di Pulau Sumatera. Sebelum islamisasi ini terjadi di Minangkabau, rombongan ini menyebarkan islam di Muara Enim, Palembang sehingga tertulis dalam Uluan Palembang.

Bukti Islam masuk ke Minangkabau diperkuat oleh Sang Petualang Tome Piere Abad ke XVI dalam bukunya bahwa beliau mengaku Salah Satu Rajo dari Rajo Tigo Selo sudah beragama Islam. Sedangkan yang lain belum.

Sekarang kita coba Kembali membahas pertanyaan tentang Sultan Mahmud Alminangkabawi. Kedatangan Sultan Mahmud dan Istrinya Asiyah bersamaan dengan Pemerintahan Rajo Ibadat yang bergelar Rajo Pandito III dan Sumpah Satiah dengan Syekh Ibrahim di tahun 1507. Satu-satunya Rajo di Minangkabau yang masuk Islam. 

Makam Syeck Ibrahim

Sultan Mahmud memutuskan menemani Sunan Bonang, guru beliau sampai akhir hayatnya di tahun 1525 serta beliau putuskan untuk tidak kembali ke Minangkabau. Apakah Sultan Mahmud merupakan salah seorang anak Rajo Pandito III ?

Karena di awal abad XV ini pula diperkirakan Rajo Pandito III dan Syeck Ibrahim meninggal dunia.

(Harbi Hanif Burdha)

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar