Translate

Musim Kemarau Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

- April 30, 2018
LIMA PULUH KOTA---Mengingat Topografi Wilayah Kabupaten Limapuluh Kota rawan bencana, baik bencana alam, bencana non alam, kebakaran lahan dan hutan, maupun bencana yang di sebabkan oleh kelalaian manusia yang dapat menimbulkan korban jiwa, harta benda maupun kerusakan lingkungan, dirasa perlu untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini.

Demikian disampaikan Bupati Irfendi Arbi kepada sejumlah wartawan di kantor Bupati Sarilamak, Senin (30/4) pagi, pihaknya menghimbau kepada seluruh lapisan untuk mengantisipasi secara dini kemungkinan terjadinya kebakaran  rumah dan  lahan, hutan dan tanah bergerak, serta angin puting beliung yang dapat merugikan kita semua.

Kemudian, kata bupati Irfendi Arbi, mengingat cuaca yang tidak menentu yang sewaktu-waktu dapat terjadi hujan lebat, angin kencang, longsor dan tanah bergerak secara tiba-tiba, agar selalu dapat mengingatkan masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.

Dalam hal adanya potensi bencana, agar segera berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat di tingkat Nagari, Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Untuk kondisi Penanggulangan Bencana, agar segera menghubungi Pusat Penanggulangan Bencana (PUSDAL OPS-PB) Kabupaten Limapuluh Kota.

Kemudian, juga dapat menghubungi BPBD Kabupaten Limapuluh Kota/Piket Pos Siaga Bencana, BPBD yang berlokasi di Jalan Sudirman No.1 Payakumbuh. Telp/fax (0752) 90695 atau kontak person kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota. Hp 081385775775 dan Kabid KL melalui Hp 081267295200, “jelas bupati Irfendi Arbi.

Transisi dari musim hujan ke musim kemarau ini, kita menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, agar terus meningkatkan kewaspadaan. Maka, bersama ini disampaikan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Wali Nagari dan seluruh masyarakat se-Kabupaten Limapuluh Kota untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bahaya kebakaran, baik rumah maupun lahan.

Transisi dari musim hujan ke musim kemarau ini, diharapkan kerjasama seluruh OPD, Camat, Wali Nagari dan Stakeholder penanggulangan bencana bersama seluruh masyarakat, untuk lebih berhati-hati dan selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan setiap saat.

“Untuk itu, masyarakat senantiasa mengambil langkah-langkah penguatan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, dan kami himbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apapun yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat banyak, “tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota H. Joni Amir, didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) Rahmadinol diruang kerjanya, Senin (30/4) pagi, mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk camat, Walinagari se kabupaten Limapuluh Kota.


Semoga seluruh lapisan masyarakat berperan aktif untuk mengantisipasi secara dini kemungkinan terjadinya bencana, termasuk kebakaran. “Bagi masyarakat yang suka berburu, dilarang keras tidak membuang puntung rokok sembarangan dan pastikan api puntung rokok sudah padam, “ingat Joni Amir.
Advertisement
loading...
 

Start typing and press Enter to search