HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Di Balik Semrawutnya Parkir Simabur dan Masa Efisiensi: Pariangan Sukses Buka MTQ ke-43


TANAH DATAR, Salingkaluak.com — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-43 Tingkat Kabupaten Tanah Datar resmi bergulir. Di balik kemeriahan dan khidmatnya upacara pembukaan, terselip ketegasan dari Bupati Eka Putra yang mengancam akan menghentikan perhelatan tersebut jika ditemukan kecurangan selama acara berlangsung.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Jumat (19/6), antusiasme masyarakat menyambut "alek" keagamaan ini sangat luar biasa. Namun sayangnya, animo yang tinggi tersebut tidak diimbangi dengan manajemen tata ruang publik yang memadai.

Begitu menginjakkan kaki di kawasan Pasar Simabur, Kecamatan Pariangan, para pengunjung dan kafilah langsung disambut oleh antrean kendaraan yang padat dan macet tak beraturan. Lokasi parkir untuk roda empat maupun roda dua tampak tidak ditentukan dan tidak diatur dengan baik oleh Dinas Perhubungan setempat. Kendaraan menumpuk di bahu jalan, membuat arus lalu lintas menuju lokasi utama menjadi sangat semrawut.

Kendati disambut dengan tata lintas yang kurang memuaskan, suasana berbalik 180 derajat ketika memasuki arena utama di Lapangan Sepak Bola Simabur. Kecamatan Pariangan selaku tuan rumah patut mendapatkan apresiasi tinggi. Di tengah masa efisiensi anggaran yang sedang diterapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Tanah Datar, panitia kecamatan sukses menyulap lapangan desa menjadi panggung pembukaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga berjalan dengan sangat khidmat.

Ketegasan Integritas dari Kepala Daerah

Kemeriahan acara pembukaan tersebut kemudian diwarnai oleh pesan menohok dari Bupati Tanah Datar, Eka Putra. Dalam sambutannya, orang nomor satu di 'Luhak Nan Tuo' ini menegaskan komitmennya terhadap integritas perlombaan yang akan berlangsung hingga Selasa (23/6) mendatang.

Ia mewanti-wanti dewan juri dan seluruh pihak terkait untuk memegang teguh amanah dan menjunjung tinggi nilai kejujuran.


"Di sini saya ingatkan, terutama kepada dewan juri untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran. Jika seandainya saya menemukan indikasi kecurangan, maka saya tidak segan-segan, kegiatan MTQ ini akan saya batalkan," tegas Bupati Eka di hadapan ribuan tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Lebih lanjut, Bupati Eka memaparkan bahwa MTQ memiliki esensi yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar ajang unjuk kebolehan antarkafilah.

"MTQ ini bukan hanya untuk mencari siapa yang menang atau kalah pada setiap cabang yang diperlombakan. Hal yang paling utama dari kegiatan ini adalah merajut kekompakan dan mempererat kebersamaan antar sesama masyarakat," tambahnya.

Memupuk Kecintaan pada Al-Qur'an

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, yang turut hadir dalam acara pembukaan tersebut mengingatkan para peserta untuk meluruskan niat dalam bertanding.

Menurutnya, piala dan juara hanyalah bonus dari sebuah syiar agama.

"Kalah menang itu adalah hal yang biasa dalam sebuah perlombaan. Yang paling penting dan esensial adalah bagaimana kita mampu menumbuhkan rasa cinta yang mendalam terhadap Al-Qur'an melalui kegiatan ini,"* pungkas Anton. (McD)