Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh Mulai Diarahkan Menjadi Produk Unggulan Ekspor
Payakumbuh,Salingkaluak.com, — Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Rendang
Kota Payakumbuh mulai diarahkan menjadi produk unggulan ekspor melalui
Program OVOP (One Village One Product) Go Global dan adopsi Teknologi
Industri 4.0 yang digelar Kementerian Perindustrian RI bersama
Pemerintah Kota Payakumbuh, Selasa (12/05/2026).
Sosialisasi
Program Pendampingan Sentra IKM OVOP Go Global dan Adopsi Teknologi
Industri 4.0 dalam rangka Program Desa Devisa itu berlangsung di Aula
Lantai II Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh dengan
melibatkan puluhan pelaku IKM rendang.
“Rendang bukan hanya
warisan kuliner Minangkabau yang telah dikenal dunia, tetapi juga
memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat, oleh karena
itu, pengembangan industri rendang perlu terus didorong agar mampu
bersaing di pasar global,” kata Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Eni
Muis Zulmaeta dalam sambutannya.
Ny. Eni yakin dengan kolaborasi
antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, serta pendampingan yang
tepat, IKM Rendang Kota Payakumbuh dapat semakin maju, mandiri dan
mendunia.
"IKM Rendang kita harapkan tidak hanya menjadi
identitas daerah, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan
kebanggaan Indonesia di pasar internasional," lanjut Ny. Eni.
Kepala
Disnakerperin Kota Payakumbuh Yasril mengatakan kegiatan tersebut
menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pelaku IKM
melalui penguatan kualitas produk, manajemen usaha, hingga kesiapan
memasuki pasar ekspor.
“Kita ingin pelaku IKM di Payakumbuh mampu
berkembang dan beradaptasi dengan transformasi digital industri
sehingga memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional maupun
internasional,” ujarnya.
Kegiatan itu turut dihadiri Sesditjen
IKMA Kementerian Perindustrian RI Yedi Sabaryadi, Staf Ahli TP-PKK Kota
Payakumbuh Yeni Elzadaswarman, pengurus Sentra IKM Rendang Kota
Payakumbuh.
Kemudian IKM OVOP Bintang 3 Tahun 2024 Rendang Gadih,
IKM OVOP Bintang 2 Tahun 2024 Rendang Riry, serta sekitar 30 perwakilan
IKM anggota sentra rendang.
Para peserta juga mendapatkan materi
terkait pengembangan produk unggulan daerah, peningkatan kapasitas
usaha, serta strategi memperluas akses pasar ekspor berbasis teknologi
dan inovasi industri 4.0 dari Tenaga Ahli Program IKM OVOP Go Global
Dika Rinakuki dan Kepala Department Export Development Advisory LPEI
Nila Meidhita.
“Penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi
menjadi faktor penting agar produk IKM mampu memenuhi kebutuhan pasar
global yang terus berkembang,” kata Nila.
Sesditjen IKMA
Kementerian Perindustrian RI Yedi Sabaryadi mengatakan transformasi
industri menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha kecil dan menengah di
tengah persaingan pasar global yang semakin ketat.
“Melalui
program OVOP Go Global dan adopsi Teknologi Industri 4.0, kami berharap
IKM tidak hanya meningkatkan kualitas dan produktivitas, tetapi juga
siap memasuki pasar ekspor secara berkelanjutan. Sentra Rendang Kota
Payakumbuh memiliki potensi sangat besar menjadi produk unggulan
Indonesia di pasar dunia,” ujar Yedi.
Ia mengatakan Kementerian
Perindustrian terus mendorong penguatan sektor IKM berbasis potensi
daerah melalui pendampingan usaha, digitalisasi industri, hingga
pembukaan akses pasar ekspor guna meningkatkan nilai tambah produk
lokal.
“Kami percaya rendang Payakumbuh memiliki kualitas, cita
rasa, dan identitas kuat untuk menjadi salah satu produk unggulan
Indonesia di pasar global,” pungkasnya.(MC)
