HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Koalisi Masyarakat sipi Sumatera Barat "Hentikan Kekerasan Aparat,Selamatkan Demokrasi


Pernyataan sikap Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Bara

HENTIKAN KEKERASAN APARAT, SELAMATKAN DEMOKRASI

Padang 29 Agustus 2025, Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya seorang massa aksi yang dilindas kendaraan taktis Kepolisan dalam pengamanan aksi. Peristiwa ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga cermin kelam bagaimana negara memperlakukan warganya. Nyawa rakyat seakan begitu murah di mata aparat yang seharusnya melindungi.


Kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan dan pelanggaran prosedur hukum dalam aksi-aksi yang berlangsung sejak 25 Agustus. Kami melihat di berbagai wilayah, peserta aksi ditangkap tanpa prosedur yang jelas dan mendapatkan represifitas oleh kepolisian.  Lebih parah lagi, akses terhadap bantuan hukum dibatasi dan dipersulit, bertentangan dengan hak konstitusional setiap warga negara.


Kami menegaskan bahwa tindakan represif aparat tidak hanya melanggar hukum, tapi juga menginjak-injak martabat manusia. Aparat negara seharusnya menjamin ruang demokrasi, bukan menutupnya dengan gas air mata, borgol, dan ban rantis, serta kekerasan.

 

Oleh karena itu, kami menyatakan sikap:

1. Mengutuk keras tindakan aparat kepolisian yang menyebabkan tewasnya massa aksi dan melakukan kekerasan terhadap massa aksi lainnya.


2. ⁠Menuntut Kapolri dan seluruh jajaran terkait untuk bertanggung jawab atas peristiwa ini dan menindak seluruh personil yang terbukti melakukan tindakan brutal atau kekerasan terhadap massa aksi demonstrasi sesuai dengan ketentuan hukum pidana berlaku. Pada kasus Di kasus Affan Kurniawan, pecat dan adili pelaku.


3. ⁠Mendessak  KAPOLRI untuk segera mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik atas tragedi yang merenggut nyawa rakyat dan reformasi total Kepolisian Republik Indonesia.


4. ⁠Mendesak pemeritah dan aparat keamanan untuk menghentikan penangkapan sewenang-wenang, serta membebaskan semua massa aksi dan bukan massa aksi hang ditahan tanpa prosedur yang sesuai dengan KUHAP dalam aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 dan 28 Agustus 2025. 


5. ⁠Menuntut pemenuhan akses bantuan hukum yang adil dan tanpa hambatan bagi seluruh peserta aksi yang ditahan.

 

Menegaskan kembali bahwa suara rakyat tidak boleh dibungkam dengan intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi. Tragedi ini harus menjadi peringatan keras, demokrasi tidak bisa ditegakkan di atas mayat dan tangisan rakyat. Setiap tindakan kekerasan hanya akan memperdalam jurang ketidakpercayaan publik terhadap institusi negara. 

 

Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat akan terus mengawal kasus ini, bersama dengan korban, dan memastikan bahwa suara keadilan tidak pernah padam.

 

Tragedi ini bukan sekadar angka korban, ini tentang martabat manusia yang diinjak dan rasa aman yang direnggut dari kita semua. Kami tidak akan diam. Kami tidak akan mundur. Setiap kekerasan akan kami jawab dengan solidaritas yang lebih besar. Saat negara menutup telinga, rakyat akan bersuara lebih keras.

 

 

*Hormat kami*

*Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat*

Lembaga:

1. LBH Padang

2. ⁠Pusat Studi Konstitusi FH Unand

3. ⁠PSH Unand

4. PBHI Sumbar

5. LP2M

6. Koalisi perempuan indonesia wilayah sumbar

7. WALHI Sumbar 

8. Yayasan Citra Mandiri Mentawai 

9. Yayasan KOMMA

10. Minangkabau Press

11. ⁠LKBH FH Unand

12. AJI PADANG

13. ⁠Perkumpulan Qbar

14. POSHDem Unand

15. KIPP sumbar

16. PKBI Sumbar

17. Rancak Publik

18. GERKATIN Sumbar


Individu:

1. Rony saputra

2. Ramadhaniati, aktivis perempuan

3. Tanty herida,  aktivis perempuan

4. Indah Suryani Azmi ( Pegiat HAM )

5. Nashrian Bahzein

6. Wendra Yunaldi 

7. Hary Efendi Iskandar

8. Samaratul Fuad

9. Khalid Saifullah 

10. Feri Naldi ( Aktivis Disabilitas )