-->
7jV8Go9rTqyfOqOLD0Rj3Gn1IrJt9wpFwJEk2sYv

Ari Prima Dikagumi Masyarakat dan Disayangi Politikus Nasional

Payakumbuh, - Dalam sebuah kesempatan, di warung sarapan pagi terletak di Jalan Ade Irma Suryani Nasution, Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, datanglah sosok pemuda berbadan tegap, rapi dan berwibawa. Ia menghampiri warga yang sedang sarapan. Lalu ia menyalami satu persatu dan mengenalkan dirinya. Pemuda dimaksud bernama Ari Prima.

Kehadirannya, membuat salah seorang pengunjung warung terkesan. "Jujur saja baru kali ini, Saya kagum dengan caleg bang. Caranya silaturahmi sangat efektif, tutur katanya bagus, punya etika dan merendahkan diri serta mau mendengarkan lawan bicara, "ungkapnya yang tidak bersedia dituliskan namanya. Pernyataan itu dilontarkan setelah Ari Prima meninggalkan warung dimaksud.

Dilain tempat, calon legislatif nomor urut 1, dari partai Demokrat daerah pemilihan Payakumbuh Utara dan Latina, Kota Payakumbuh tersebut juga mudah membaur dengan masyarakat. Pantauan media ini, kedekatan Ari Prima dengan warga yang dikunjungi terlihat dari caranya berinteraksi. Percakapan berlangsung penuh kekeluargaan dan kehangatan.

Dikala Ari Prima menjalin silaturahmi dengan warga, ia tampak memahami psikologi lawan bicaranya, sehingga ia mudah masuk membicarakan sesuatu tanpa hambatan. Terkonfirmasi saat dia menceritakan pada awak media, "masih semester 5, Saya sudah aktif dengan kegiatan trauma healing bang," katanya memulai percakapan, Minggu (28/1).

Diketahui, Ari Prima alumni jurusan psikologi islam IAIN Imam Bonjol Padang (2010), pernah bekerja sebagai fasilitator word vision Indonesia wilayah Sumatera Barat. Yaitu sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM / NGO ) asing yang bergerak di bidang kemanusiaan, terutama trauma healing pasca bencana. 

Kala itu, Ari Prima sebagai mahasiswa psikologi turut andil sebagai fasilitator bersama NGO asing menangani trauma healing dan memberikan bantuan moril pada masyarakat pasca gempa yang berpusat di Padang Pariaman nan telah meluluh-lantakan bangunan sekitarnya, termasuk Kota Padang, kejadian tahun 2009.

Sekedar informasi, bahwa trauma healing adalah suatu proses pemberian bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik, dan gangguan lainnya karena lemahnya ketahanan fungsi mental yang dimiliki seseorang akibat bencana atau musibah lainnya.

Berbekal pengalaman dan konsep psikologi yang dimiliki tokoh muda Koto Nan Gadang kelahiran 02 Agustus 1987  itu, membuat ia mudah menjalin komunikasi dengan masyarakat. "Bagi Saya komunikasi adalah kunci dari silaturahmi. Semua persoalan bisa dibicarakan untuk mencari solusi. Persoalan tidak dihindari tapi diatasi dengan menjalin komunikasi dan relasi," ungkapnya.

Hal itu pula lah yang membuat Ari Prima matang dalam membangun relasi dengan tokoh- tokoh Sumatera Barat maupun Nasional. Seperti, dia dikenal dekat dengan politikus nasional, Jeffrie Geovanie. Bahkan dengan kedekatan itu, Ari Prima di usia belia, tepatnya tahun 2015 pernah diamanatkan sebagai ketua DPW PSI Sumbar.

Selain piawai menjalin komunikasi dan relasi, Dia juga sudah kenyang dengan asam garam berorganisasi sehingga menempanya menjadi matang, alias tidak karbitan meski masih muda. Cara pandangnya terhadap realita daerah melebihi usianya.

 "Saya aktif diberbagai organisasi, seperti ketua senat di kampus, pernah wakil ketua di KNPI Padang, pengurus Pemuda Muhammadiyah, dan banyak lagi organisasi yang Saya masih aktif dikepengurusan inti, " ungkapnya.

Selain itu, ia juga dipercaya sebagai    Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sumbar. Dan, ditunjuk maju menjadi calon legislatif 2024 dengan nomor urut 1, di tanah kelahirannya, Kota Payakumbuh. Diyakini ia kesayangan Mulyadi , mantan anggota DPR-RI 2 priode, saat ini, menjabat ketua DPD Demokrat Sumbar.

Tergambar, tokoh muda  Koto Nan Gadang tersebut memiliki segudang pengalaman di berbagai organisasi, sekaligus memiliki relasi yang bagus ditingkat propinsi maupun nasional. Digadang-gadang bakal mudah memuluskan investasi di Kota Payakumbuh, atau setidaknya ia tidak gagap menjalin komunikasi dengan masyarakat maupun politikus pusat saat diberi amanah menjadi anggota dewan terhormat nantinya. (*)

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar