Search

Survey Elektabilitas Capres Di Sumbar, Anies Unggul Di Angka 50,5 Persen


Padang,- Survei elektabilitas calon presiden (capres) untuk pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang terbaru kembali dirilis. Survei tentang karakter pemilih dan pilihan masyarakat menjelang pemilu 2024 di Sumatera Barat oleh SBLF Myriset Konsultan Indonesia. Survei ini mengambil sampling 800 responden pada waktu 28 Mei – 2 Juni 2023 , metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka. Margin of error +/- 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pada simulasi 3 nama dengan alat bantu foto bakal calon presiden, responden memilih Anies baswedan 50.5%, Prabowo Subianto 34,66% & Ganjar Pranowo 5,86% dan angka tidak tahu/tidak jawab 8,98%.

Ada sejumlah faktor yang membuat tren elektabilitas ketiga bakal capres tersebut. Menurut Edo Andrefson Direktur SBLF Myriset, untuk Anies Baswedan adalah bakal calon presiden RI yang pertama di deklarasikan koalisi perubahan (Nasdem, PKS & Demokrat) pada 3 Oktober 2022. Membuat anies lebih awal dikenalkan partai pengusung di setiap daerah se Indonesia dan selepas anies mengakhiri gubernur DKI Jakarta punya waktu yang lebih banyak safari politik ke beberapa provinsi di Indonesia. Anies sebagai mantan gubernur DKI Jakarta menjadi sorotan banyak mata akan kinerja Pembangunan dan pendekatan yang humanis terhadap Masyarakat Jakarta.

Seterusnya, secara sosio kultural Masyarakat Sumatera barat yang berlandaskan ABS SBK yang lebih cenderung kepada pemimpin yang berwawasan dan religius. Anies berpendidikan doktor dan mantan Rektor Universitas Paramadina serta sosok yang dekat dengan ulama, membuat masyarakat sumbar menyukai profil tersebut. Senada dengan karakter Masyarakat Minangkabau dalam memilih pemimpin yakni tokoh, takah dan tageh.

Untuk Prabowo subianto sebagai Capres 2 kali pilpres 2014 & 2019 memenangkan pilpres di Sumatera barat dengan angka keterpilihan 86%. Masyarakat sumatera barat sudah terlanjur “fanatik” akan sosok Prabowo dalam 2 kali pilpres tersebut dengan maksud bisa mengganti rezim kekuasaan dengan mengalahkan Jokowi. Namun, selepas setahun pemilu 2019 prabowo malah mendekat dengan Jokowi menjadi Menteri Pertahanan. Rasa kekecewaan Masyarakat sumbar pastinya tidak terbendung. Seterusnya, selama Prabowo kalah dari 2014 hingga sekarang hanya beberapa kali menyapa Masyarakat sumbar dan belum signifikan perhatian Prabowo kepada Sumbar. Namun perolehan elektabilitas Prabowo masih cukup signifikan walaupun tergerus cukup banyak dengan beralih ke pemilih Anies Baswedan.

Dari sisi Ganjar sebagai gubernur Jawa Tengah yang diusung PDIP belum menjadi perhatian Masyarakat Sumbar. Apalagi partai pengusung PDIP cukup berat untuk menguasai Sumatera Barat. Pada pemilu legislatif 2019 kemarin, PDIP kehilangan 2 kursi DPR RI. Namun keberadaan ganjar yang diidentikan sebagai pelanjut Presiden Jokowi akan mendongkrak elektabilitas apabila Jokowi komitemen mendukung Ganjar dibanding memilih Prabowo Subianto.