15 Warga Binaan LP Kelas IIA Padang Dapat Pelatihan ARUNA dari Mahasiswa PPG BK UNP
Padang, Salingkaluak.com, — Sebanyak 15 warga binaan rehabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Padang mengikuti Pelatihan ARUNA yang diselenggarakan oleh kelompok Arunara, mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Padang (UNP), pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membantu warga binaan meningkatkan meaning of life atau kebermaknaan hidup melalui refleksi diri, penguatan harapan, pengembangan potensi, dan dukungan sosial.
Sebelum pelatihan dilaksanakan, kelompok Arunara terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap 30 warga binaan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan menentukan 15 peserta yang paling membutuhkan pelatihan. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam memilih peserta agar pelatihan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan pengembangan diri, serta mendukung penguatan kebermaknaan hidup warga binaan.
Pelatihan ARUNA mengusung semangat perjalanan perubahan yang dimulai dari harapan, diperkuat oleh ketangguhan, dan diwujudkan melalui kebersamaan serta dukungan yang tulus. Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak untuk melihat kembali pengalaman hidup, menemukan makna dari perjalanan yang telah dilalui, serta membangun keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik tetap dapat diperjuangkan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok Arunara, yang terdiri atas 10 insan calon guru profesional Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Padang. Kelompok Arunara diketuai oleh Rifqi Alhafif Maulana Quddus, S.Sos. dengan anggota Amelsa Hartati Nasution, S.Pd., Ayu Defrianti, S.Pd., Desi Tria Herliyani, S.Pd., Layla Khairani, S.Pd., Miftahul Jannah, S.Pd., Rachmi Isnania, S.Pd., Siti Sri Rahayu, S.Pd., Tessa Triyanti, S.Pd., dan Zahra Elvia Rossa, S.Pd. Pelaksanaan kegiatan ini berada di bawah bimbingan dosen pembimbing, Ibu Dr. Nurfarhanah, M.Pd., Kons.
Enam Rangkaian Kegiatan untuk Menemukan Makna Hidup
Pelatihan ARUNA dirancang melalui enam rangkaian kegiatan yang saling berkaitan, yaitu refleksi makna hidup, penyampaian materi, art therapy melalui kegiatan Pot Harapan, pembuatan Hope Card, horticultural therapy, dan sharing circle. Setiap kegiatan dirancang untuk membantu warga binaan mengenali diri, menumbuhkan harapan, serta membangun komitmen untuk menjalani perubahan positif.
Kegiatan diawali dengan refleksi makna hidup, yang mengajak peserta mengenali diri, merefleksikan pengalaman hidup, memahami nilai-nilai yang dianggap penting, serta menemukan hal-hal yang memberikan arti dalam kehidupan mereka. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai meaning of life, harapan, perubahan positif, dan komitmen diri sebagai bekal dalam menata masa depan.
Suasana pelatihan kemudian dibangun melalui kegiatan art therapy bertajuk Pot Harapan. Melalui aktivitas kreatif ini, peserta diberi ruang untuk mengekspresikan harapan dan menggambarkan masa depan yang ingin diwujudkan. Kegiatan dilanjutkan dengan hope card, yaitu kartu yang berisi harapan dan komitmen nyata peserta sebagai pengingat untuk terus bertumbuh dan melakukan perubahan positif.
Rangkaian berikutnya adalah horticultural therapy, yang memberikan pengalaman belajar melalui aktivitas berkaitan dengan tanaman. Peserta menanam bunga Melati pada pot harapan yang sudah dihias sebagai simbol awal yang baru dan harapan untuk membangun kehidupan yang lebih bermakna. Sebagaimana tanaman membutuhkan perhatian, waktu, dan perawatan untuk tumbuh, perubahan diri juga memerlukan proses, komitmen, serta usaha yang berkelanjutan.
Pelatihan ditutup dengan sharing circle, yaitu ruang berbagi pengalaman pemikiran, dan perasaan dalam suasana yang suportif. Melalui kegiatan ini, peserta berkesempatan merefleksikan pengalaman selama pelatihan sekaligus mendengarkan cerita satu sama lain. Sepanjang rangkaian kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif. Suasana hangat yang diwarnai keharuan, tawa, dan kebersamaan menjadi penutup yang berkesan, sekaligus menandai kesuksesan pelatihan ARUNA di Lapas Kelas IIA Kota Padang.
Kepala Lapas Apresiasi Pendekatan Psikologis dan Humanis
Kepala Lapas Kelas IIA Kota Padang, Bapak Ronaldo Devinci Talesa, A.Md.IP., S.H., M.H. menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pelatihan ARUNA. Menurutnya, kegiatan yang memberikan perhatian terhadap aspek psikologis dan kemanusiaan sangat penting dalam proses rehabilitasi warga binaan.
“Pelatihan ARUNA hari ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan saya apresiasi. Dalam rehabilitasi warga binaan, kegiatan seperti inilah yang semestinya dilakukan. Ada sentuhan psikologis dan sentuhan humanis yang akan sangat membantu kondisi psikologis mereka dalam menjalani kehidupan di Lapas Kelas IIA Kota Padang,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan pembinaan yang tidak hanya memperhatikan aspek perilaku, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperoleh dukungan psikologis, mengenali diri, dan membangun harapan selama menjalani masa pembinaan.
Diharapkan Membekali Warga Binaan untuk Kembali ke Masyarakat
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Kota Padang, Ibu Mona Ariska Putri, A.Md. Kep., S.H., M.H.Kes., juga menyampaikan bahwa Pelatihan ARUNA memberikan manfaat bagi warga binaan maupun pihak lembaga pemasyarakatan.
Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan harapan dan memberikan bekal pengetahuan maupun keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Pelatihan ARUNA ini menurut saya sangat membawa banyak manfaat, terutama bagi instansi dan warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Kota Padang. Melalui pelatihan ini, diharapkan mereka memiliki harapan, merasa lebih berguna, dan nantinya dapat diterima kembali di masyarakat dengan bekal keterampilan atau pengetahuan tambahan yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri,” tuturnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Bapak Naufal Al Farisy, S.Tr. Pas., selaku Kepala Seksi Registrasi, turut menyampaikan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa PPG BK UNP ini dapat mendukung peningkatan kebermaknaan hidup warga binaan yang sedang menjalani pembinaan.
Ia berharap peserta yang mengikuti Pelatihan ARUNA dapat memperoleh pandangan yang lebih luas mengenai masa depan dan mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Semoga kegiatan Pelatihan ARUNA ini dapat meningkatkan meaning of life warga binaan yang sedang menjalani pembinaan di Lapas Kelas IIA Kota Padang. Ke depannya, warga binaan yang mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, kembali pada fitrahnya, serta memiliki pandangan yang lebih luas mengenai masa depan yang cerah,” ungkapnya.
Dosen Pembimbing: Menumbuhkan Harapan dan Impian Masa Depan
Dosen pembimbing kegiatan, Ibu Dr. Nurfarhanah, M.Pd., Kons., menyampaikan bahwa Pelatihan ARUNA merupakan kegiatan yang luar biasa karena berfokus pada upaya membangkitkan kebermaknaan hidup warga binaan. Ia berharap kegiatan ini dapat membantu peserta memiliki harapan dan impian yang ingin diwujudkan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Pelatihan ARUNA ini merupakan kegiatan yang sungguh luar biasa karena kembali lagi pada makna kegiatan kita, yaitu membangkitkan meaning of life. Kita berharap mereka memiliki harapan yang besar setelah menyelesaikan masa pembinaan, memiliki impian yang akan mereka kejar, dan selama berada di sini benar-benar mendapatkan pengalaman sehingga tidak mengulangi lagi apa yang telah mereka lakukan pada masa lalu,” jelasnya.
Arunara, Ruang Pembelajaran untuk Perubahan yang Bermakna
Pelatihan ARUNA tidak hanya menjadi bentuk pengabdian dan penerapan ilmu Bimbingan dan Konseling oleh mahasiswa PPG BK Universitas Negeri Padang, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama yang mengedepankan nilai kemanusiaan, empati, dan dukungan terhadap proses perubahan diri.
Melalui kegiatan ini, kelompok Arunara berupaya menghadirkan pengalaman yang membantu warga binaan memahami bahwa masa lalu merupakan bagian dari perjalanan hidup, tetapi tidak harus menjadi satu-satunya penentu masa depan. Harapan, kesadaran diri, tanggung jawab, dan kemauan untuk berubah dapat menjadi landasan untuk membangun kehidupan yang lebih terarah.
Pelatihan ARUNA diharapkan dapat menjadi salah satu langkah positif dalam mendukung proses pembinaan warga binaan di Lapas Kelas IIA Kota Padang. Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, ARUNA membawa pesan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk bertumbuh, menemukan kembali tujuan hidup, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat.

.jpg.jpeg)